BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Olahraga
merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkem-bangan fungsional
jasmani, rohani dan sosial. Struktur anatomis-anthropometris dan fungsi
fisiologisnya, stabilitas emosional dan kecerdasan intelektualnya maupun
kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul khususnya
pada generasi muda yang aktif mengikuti kegiatan Olahraga dari pada yang tidak
aktif mengikutinya (Renstrom & Roux
1988, dalam A.S.Watson: Children in Sport dalam Bloomfield,J., Fricker, P.A.
and Fitch,K.D., 1992).
Memperkenalkan
pentingnya kesehatan melalui kegiatan olahraga di sekolah merupakan tindakan
yang benar. Mendidik siswa supaya peduli kepada nilai penting kesehatan
seyogyanya dimulai semenjak pra sekolah hingga remaja. Kesehatan merupakan aset
yang tidak bisa diukur dengan uang dan merupakan modal utama dalam mencapai
suatu keberhasilan.
Pendidikan
jasmani di sekolah merupakan jalur formal yang berperan mendidik siswa untuk
peduli akan pentingnya kesehatan. Melalui serangkaian kegiatan olah raga siswa
di perkenalkan berbagai permaianan misal : sepak bola, lari, lempar lembing,
bola basket, dsb. Dengan diperkenalkannya berbagai kegiatan ini di harapkan
dapat merangsang minat siswa untuk mencintai olahraga.
Kegiatan
olahraga yang dilakukan secara baik dan benar memiliki dampak positif dalam
perkembangan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Karena
kegiatan olahraga selain memberi manfaat kesehatan fisik juga dapat
meningkatkan kemampuan berpikir dan sosialisasi siswa di berbagai bidang.
Olahraga
banyak sekali jenisnya, misalnya olah raga lapangan seperti sepak bola, basket,
badminton, Start jongkok, olah raga air seperti renang, lompat indah,permaianan
sederhana seperti hitam putih ,menjala ikan dsb. Masing – masing jenis olah raga tersebut
memiliki karakteristik dan aturan yang berbeda. Namun pada tujuannya sama yaitu
untuk meningkatkan kesehatan dan mencapai prestasi.
Dalam
penelitian ini penulis mengambil materi start jongkok yang merupakan dasar dari
cabang Start jongkok lari. Start jongkok merupakan cabang olahraga yang
memiliki banyak nomor perlombaan, misalnya lari, lempar, dan jalan cepat. Start
jongkok merupakan awalan dalam lari yang merupakan dasar yang harus dikuasai oleh
para pelari. Teknik ini dapat dipelajari oleh siswa sebagai bekal pengetahuan
mengenai cabang olahraga Start jongkok.
Berdasarkan uraian diatas peneliti ingin mengambil tema start
jongkok sebagai Upaya pemecahan pembelajaran yang penulis hadapi ,karena
rendahnya prestasi saat kegiatan pembelajaran siswa. Maka dalam penelitian ini
peneliti memilih judul “ Upaya Meningkatkan Penguasaan Teknik Dasar
Start Jongkok Melalui permaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I
Tahun Pelajaran 2012/2013
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka
dirumuskan suatu maslaah sebagai berikut:
1. Bagaimana peningkatan prestasi
belajar pendidikan jasmani bagi
siswa dengan diterapkannya permaianan hitam hijau ?
2. Bagaimanakah pengaruh permaianan hitam hijau terhadap motivasi
belajar pendidikan jasmani pada siswa ?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan
permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui peningkatan prestasi belajar pendidikan jasmani pada siswa setelah diterapkan permaianan
hitam hijau
2. Mengetahui pengaruh motivasi belajar pendidikan jasmani berenang pada siswa setelah diterapkan permaianan
hitam hijau
D. Berdasarkan pada tujuan tersebut,
penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan temuan – temuan mengenai
penerapan permaianan hitam hijau bagi
siswa – siswi SDN Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, utamanya
kelas IV mampu meningkatkan prestasinya dalam pembelajaran.
1.
Bagi guru penjasorkes SDN
Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro meningkatkan kreativitas
dan kualitas diri sehingga mampu menjadi guru yang profesional
2.
Bagi dunia pendidikan, hasil
penelitian ini hendaknya mampu memperluas wawasan demi terciptanya tujuan
pendidikan nasional.
E. Asumsi
Dalam penelitian ini diasumsikan bahwa :
1. Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh dari awal sampai
akhir pelajaran.
2. Siswa menerima semua penjelasan yang disampaikan guru dengan baik
3. Dalam mengerjakan soal tes tanpa dipengaruhi orang lain
F. Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu,
maka diperlukan pembatasan masalah yang meliputi
1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas IV SDN Nglumber I
2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April semester ganjil tahun
ajaran 2012/2013
3. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan Start jongkok
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Start Jongkok
Start
adalah suatu persiapan awal seseorang pelari akan malakukan gerakan berlari.
Untuk nomor lari jarak pendek start yang digunakan adlah start jongkok (crouch
start) sedangkan untuk jarak menengah dan jauh menggunakan start berdiri
(standing start).
Tujuan
utama start dalam lari jarak pendek, lari estafet/sambung, dan lomba lari
gawang adlah untuk mengoptimalisasikan pola lari percepatan. Si pelari harus
dapat mengatasi kelembaman/inertia dengan menerapkan daya maksimum terhadap
start block sesegera mungkin setelah tembakan pistol start atau aba-aba dari
starter dan bergerak ke dalam suatu posisi optimum untuk tahap lari percepatan.
Suatu start yang baik ditandai
dengan sifat-sifat berikut ini :
a. konsentrasi
penuh dan menghilangkan semua gangguan dari luar saat dalam posisi aba-aba
Bersediaaa
b. menyesuaikan
sikap yang sesuai pada posisi aba-aba Siaaap
c. suatu
dorongan eksplosif oleh kedua kaki terhadap tumpuan pada start block dalam
suatu sudut yang optimal.
B. Prestasi Belajar
Penjaskes
Belajar
dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini
merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik.
Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan
dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991:
768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dekerjakan), dalam
hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh
seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang
membutuhkan pikiran.
Berdasarkan
uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa
dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan
kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan
megadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk mengetahui
sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.
Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses
belajar mengajar di sekolah.
Sejalan
dengan prestasi belajar, maka dapt diartikan bahwa prestasi belajar Penjaskes
adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif
seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif
(sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar Penjaskes.
C. Teknik – Teknik Dasar Start Jongkok
1. Penempatan
Start Blok
Ada
tiga macam penempatan start blok, dan penempatannya disesuaikan dengan postur
tubuh, yaitu :
a. Start
pendek (short start)
b. Start
medium (medium start)
c. Start
panjang (longed start)
2. Aba-aba
Start Lari Sprint
Lari
sprint seoarang starter akan memberikan aba-aba : bersediaaa, siaaap. Yaaak
atau door bunyi pistol. Adapun posisi badan saat aba-aba tersebut di atas
sebagai berikut :
a. Bersedia
Setelah starter memberikan aba-aba bersedia, maka pelari akan menempatkan kedua
kaki dalam menyentuh blok depan dan belakang; lutut kaki belakang diletakkan di
tanah, terpisah selebar bahu lebih sedikit, jari-jari tangan membentuk huruf V
terbalik, dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan pandangan
mata menatap lurus ke bawah.
b. Siaaap
Setelah ada aba-aba siaaap, seoang pelari akan menempatkan posisi badan sebagai
berikut : lutut ditekan ke belakang ; lutut kaki depan ada dalam posisi
membentuk sudut siku-siku 90 derajat ; lutut kaki belakang membentuk sudut
antara 120-140 derajat ; dan pinggang sedikit diangkat tinggi dari bahu, tubuh
sedikit condong ke depan, serta bahu sedikit lebih maju ke depan dari kedua
tangan.
c. Yaak
(bunyi pistol) atau drive
Gerakan yang akan dilakukan pelari setelah aba-aba yaak adalah badan diluruskan
dan diangkat pada saat kedua kaki menolak/menekan keras pada start blok ; kedua
tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian diayun bergantian ; kaki
belakang mendorong kuat/singkat, dorongan kaki depan sedikit tidak namun lebih
lama ; kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke
depan ; lutut dan pinggang keduanya diluruskan penuh pada saat akhir dorongan.
3. Tahap-Tahap
Pembelajaran Start Jongkok
Pembelajaran start jongkok terdiri
dari beberapa tahapan yaitu :
a. tahap
bermain (games)
Pada tahap ini bertujuan untuk mengenalkan masalah gerak (movement problem)
start secara tidak langsung , dan cara start yang benar dinjau secara anatomis,
memperbaiki sikap start serta meningkatkan motivasi siswa terhadap
pembelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kebugaran jasmani
siswa. Tujuan khusus dalam bermain start adalah meningkatkan konsentrasi,reaksi
bergerak, dan percepatan gerak siswa.
b. tahap
teknik dasar (basic of technic)
Tahap ini bertujuan untuk mempelajari dasar gerak start jongkok yang
sistematis. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut :
-
Start dari posisi yang
berbeda-beda
Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan percepatan suatu tanda
aba-aba bergerak ke posisi lari dan melakukan lari percepatan. Tahap latihan
dapat dilakukan secara individu atau berpasangan (satu atlet mengejar atlet
yang lain)
- Start
berdiri dengan suatu tanda
Tahap ini bertujuan mengembangkan konsentrasi dan reaksi ; pada tahap ini dapat
menggunakan suatu tanda-tanda start dapat lewat pendengaran (audio), lewat
penglihatan (visual), dan sentuhan (taktil).
- Start
Berdiri dengan Berbagai variasi
Tahap ini bertujuan untuk melatih dan belajar mangangkat badan dan lari
percepatan.
- Posisi
“Bersedia”
Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan posisi”bersedia”, pada tahap ini guru
menjelaskan bagaimana cara menempatkan dan memasang start blok, dan
demonstrasikan unsure-unsur kunci dari posisi awal serta latihlah dengan
koreksi oleh guru atau teman/pasangannya.
- Posisi
Siaaap
Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan posisi siaaap pada saat start. Pada
tahap ini guru sebaiknya menjelaskan perobahan sikap dari posisi bersedia ke
posisi siap tanpa melakukan lari dan melakukan koreksi.
- Urutan
Gerak Secara Keseluruhan
Tahap ini bertujuan untuk merangkai tahap-tahap “Bersedia”,”Posisi Siap”
menjadi suatu gerakan keseluruhan. Pada tahap ini siswa melakukan start dan
dilanjutkan lari sprint 10 sampai dengan 30 m dengan aba-aba atau tanpa
aba-aba. Guru mencoba mengatur variasi waktu antara siap dan yaak atau bunyi
peluit.
D. Permaianan Hitam Hijau
Permaianan hitam hijau adalah bentuk permaianan tradisional yang
sering di lakukan anak-anak di seluruh nusantara untuk mengisi waktu bermain.
Sejalan dengan perkembagan jaman berubah
menjadi permaianan atau olah raga yang di masukan dalam permaianan kecil tanpa alat. Olahraga asli dari berbagai daerah di
Indonesia, mungkin belum terkenal di tingkat nasional namun cukup populer di
daerah asalnya. Khazanah budaya bangsa yang sebaiknya tetap diperhatikan dan di
bina sebelum habis punah dilanda oleh arus globalisasi,
terutama oleh permainan era digital dengan menggunakan perangkat komputer.
a.Peraturan permaianan :
Peraturan permaianan hitam hijau tidak ada aturan yang baku namun
pada garis besarnya adalah terdiri dari dua regu yang jumlahmya menyesuaikan
pemain atau jumlah siswa
b.Cara bermain :
-Permaianan di mulai dari dua kelompok atau dua regu
yang berdiri saling membelakangi dengan
posisi berdiri lutut depan di tekuk dan
kaki belakang lurus pandangan kedepan
- Setelah wasit meneriakan kata Hiiiiiii maka kedua regu
harus konsentrasi, dan apabila wasit melanjutkan kata Hiiiiiii dengan Kata
hijau maka regu hijau harus lari dan regu hitan harus berusaha menangkap.
Dari permaianan
hitam dan hijau inilah diharapakan ada kesamaan dalam melakukan gerakan start jongkok dan latihan konsentrasi untuk
melakukan sebuah perintah atau komando untuk bergerak
Kesamaan atau
kemiripan yang ada antra teknik star jongkok dan permaian juga ada pada posisi persiapan sebelum
melakukan gerak. Peneliti memadukan atau di jadikan media atau model
pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan teknik start jongk
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subjek Penelitian
1. Lokasi dan Subjek Peneliti
Penelitian ini dilaksanakan di SDN
Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Tahun pelajaran 2012/2013, dimana peneliti
melaksanakan tugas sebagai pengajar. Objek penelitian ini adalah siswa kelas V
dengan 15 siswa yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan.
2. Waktu
Penelitian
Penelitian ini diadakan pada
semester I tahun pelajaran 2012/2013 pada mata pelajaran Penjasorkes tentang dasar Start jongkok pokok bahasan
memperaktekan dasar Start jongkok yang di modifikasi serta nilai
kerjasama,sportifitas semangat dan kejujuran.
Jadwal Pelaksanaan
Pembelajaran :
|
No
|
Hari/Tgl.
|
Jam
|
Waktu
|
Siklus
|
Teman Sejawat
|
|
1
|
Senin, 10-09-2012
|
1-4
|
07.15-08.25
|
1
|
Sarjono, S.Pd
|
|
2
|
Senin, 17-09-2012
|
1-4
|
08.25-09.35
|
2
|
Sarjono, S.Pd
|
A. Prosedur Penelitian
Prosedur pelaksanaan PTK
Proses Perbaikan pembelajaran
penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui proses sebagai berikut :
(a) Perencanaan
(b) Pelaksanaan
(c) Pengumpulan data
(d) Refleksi
Pelaksanaan
penelitian direncanakan dengan dua tindakan yaitu : (a) Siklus I dan (b) siklus
II. Penelitian ini direncanakan dua siklus dan alur pelaksanaan tindakannya
dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 1. Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas menurut
Kemmis & Mc Taggart (dalam Arikunto, 2006:97)
Prosedur penelitian dalam setiap
siklus adalah sebagai berikut :
Siklus I :
1.
Perencanaan
a.
Menyusun skenario pembelajaran,
alat peraga, lembar penilaian.
b.
Menyusun lembar observasi untuk
mengetahui aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.
2.
Pelaksanaan
a.
Melaksanakan skenario
pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncakan sesuai dengan
RPP.
b.
Melaksanakan observasi.
c.
Melaksanakan penilaian
3.
Mengumpulkan data
Instrumen yang
digunakan dalam pengamatan adalah :
a.
Lembar observasi kegiatan siswa
b.
Lembar observasi kegiatan guru
4.
Refleksi
Setelah menganalisis dan mendiskusikan
dengan teman sejawat, ada dugaan sementara belum maksimalnya hasil belajar
siswa disebabkan oleh faktor-faktor :
a.
Guru kurang maksimal dalam
pembelajaran
b.
Guru kurang memotifasi kegiatan
siswa
c.
Guru kurang memaksimalkan media
pembelajaran
Siklus II :
Pada siklus kedua,
peneliti berusaha memperbaiki kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada
siklus I. prosedur pembelajaran pada siklus II terdiri dari :
1.
Perencanaan
a.
Menyusun skenario pembelajaran,
, lembar penelitian dan alat peraga
b.
Menyusun lembar observasi untuk
mengetahui aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran
2.
Pelaksanaan
a.
Melaksanakan skenario
pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncakan sesuai dengan
RPP I dengan memaksimalkan penggunaan alat peraga dan pembelajaran.
b.
Melaksanakan observasi.
c.
Melaksanakan penilaian
3.
Mengumpulkan data
a.
Hasil tes siswa dianalisis
b.
Hasil observasi dianalisis
melalui presentase dari siswa yang aktif dalam proses pembelajaran.
4.
Refleksi
Dari hasil observasi
antara guru dengan teman sejawat terhadap proses perbaikan pembelajaran pada
siklus kedua, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran menjadi lebih baik, media
yang digunakan tepat sehingga dapat meningkatkan kemampuanan siswa terhadap
materi dan menjadikan suasana pembelajaran yang kondusif.
B.
Tindakan Ketuntasan
Dalam
pembelajaran Penjasorkes tentang Dasar Start jongkok Standar Ketuntasan 80 %
dari keseluruhan jumlah siswa criteria ketuntasan minimal yang harus dicapai
siswa adalah 75 %
BAB
IV
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Diskripsi
Persiklus
1.
Siklus
I
a.
Tahap
Perencanaan
Kegiatan dalam tahap perencanaan ini meliputi
penyusunan persiapan mengajar tentang Start jongkokyang meliputi :
1.
Penentuan
Kompetensi Dasar
2.
Perumusan
indicator
3.
Perumusan
alternative pembelajaran
4.
Materi
pembelajaran
5.
Rumusan
soal-soal
b.
Tahap
Pelaksanaan
1.
Kegiatan
Awal
-
Apersepsi
-
Pre
Tes/Tes awal dengan melakukan tanya jawab tentang Start jongkok
2.
Kegiatan
Pelaksanaan
-
Guru
memberikan penjelasan tentang Start jongkok
-
Guru
menjelaskan pengertian Start jongkok
-
Guru
menjelaskan tentang Start jongkok.
-
Siswa
menyebutkan langkah-langkah Start jongkok
3.
Kegiatan
Penutup
-
Menyelesaikan
latihan langkah-langkah Start jongkok
-
Memeriksa
hasil yang diperoleh siswa.
c.
Pengamatan
Kegiatan pengamatan ini untuk melihat tingkat
keberhasilan proses pembelajaran Penjasorkes
dengan materi Dasar Start jongkok.Start jongkok
Adapun hasil evaluasi yang diperoleh adalah sebagai
berikut :
Prosedur penelitian dalam setiap
siklus adalah sebagai berikut :
Siklus I :
5.
Perencanaan
a.
Menyusun skenario pembelajaran,
Lembar Kerja Siswa, lembar penilaian.
b.
Menyusun lembar observasi untuk
mengetahui aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.
6.
Pelaksanaan
a.
Melaksanakan skenario
pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncakan sesuai dengan
RPP.
b.
Melaksanakan observasi.
c.
Melaksanakan penilaian
7.
Mengumpulkan data
Instrumen yang
digunakan dalam pengamatan adalah :
a.
Lembar observasi kegiatan siswa
b.
Lembar observasi kegiatan guru
c.
Lembar Kerja siswa
8.
Refleksi
Setelah menganalisis dan mendiskusikan
dengan teman sejawat, ada dugaan sementara belum maksimalnya hasil belajar
siswa disebabkan oleh faktor-faktor :
a.
Guru kurang maksimal dalam
pembelajaran
b.
Guru kurang memotifasi kegiatan
siswa
c.
Guru kurang memaksimalkan media
pembelajaran
Siklus II :
Pada siklus kedua,
peneliti berusaha memperbaiki kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada
siklus I. prosedur pembelajaran pada siklus II terdiri dari :
5.
Perencanaan
c.
Menyusun skenario pembelajaran,
Lembar Kerja Siswa, lembar penelitian dan alat peraga
d.
Menyusun lembar observasi untuk
mengetahui aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran
6.
Pelaksanaan
d.
Melaksanakan skenario
pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncakan sesuai dengan
RPP I dengan memaksimalkan penggunaan alat peraga dan pembelajaran.
e.
Melaksanakan observasi.
f.
Melaksanakan penilaian
7.
Mengumpulkan data
c.
Hasil tes siswa dianalisis
d.
Hasil observasi dianalisis
melalui presentase dari siswa yang aktif dalam proses pembelajaran.
8.
Refleksi
Dari hasil observasi
antara guru dengan teman sejawat terhadap proses perbaikan pembelajaran pada
siklus kedua, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran menjadi lebih baik,
metode yang digunakan tepat sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa
terhadap materi dan menjadikan suasana pembelajaran yang kondusif.
BAB IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
B.
Hasil Penelitian
Berikut ini adalah
hasil dari pembelajaran penjaskes materi start jongkok
Adapun hasil nilai
tes formatif pada prasiklus dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel
4.1
Hasil tes formatif mata pelajaran pelajaran
penjaskes start jongkok Prasiklus
|
No
|
Nama Siswa
|
Nilai
|
|
1
|
Dewi Nurfitria
|
50
|
|
2
|
M. Indra kurniawan
|
40
|
|
3
|
M. Zainal Afandi
|
65
|
|
4
|
Zumrotin Khasanah
|
65
|
|
5
|
Angga Setiyawan
|
60
|
|
6
|
Agus Ainur Rozikin
|
50
|
|
7
|
Falih Anwari
|
60
|
|
8
|
Zhety Khoirul Trisna
|
60
|
|
9
|
Melly Setiyaningsih
|
70
|
|
10
|
Restu Setyawan
|
60
|
|
11
|
Bagus Al amin
|
70
|
|
JUMLAH
|
650
|
|
RATA-RATA
|
59,10
|
|
PROSENTASE
KETUNTASAN
|
36,4
%
|
Peneliti juga menampilkan
pengamatan hasil keaktifan selama pembelajaran sebelum siklus, hasil tersebut
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel
4.2
Hasil
pengamatan keaktifan selama pelajaran penjaskes start jongkok Prasiklus
|
No
|
Nama
Siswa
|
Aktif
|
Tidak Aktif
|
|
1
|
Dewi Nurfitria
|
V
|
-
|
|
2
|
M. Indra Kurniawan
|
-
|
V
|
|
3
|
M. Zainal Afandi
|
V
|
-
|
|
4
|
Zumrotin Khasanah
|
V
|
-
|
|
5
|
Angga Setiyawan
|
-
|
V
|
|
6
|
Agus Ainur Rozikin
|
-
|
V
|
|
7
|
Falih Anwari
|
-
|
V
|
|
8
|
Zhety Khoirul Trisna
|
-
|
V
|
|
9
|
Melly Setiyaningsih
|
V
|
-
|
|
10
|
Restu Setyawan
|
-
|
V
|
|
11
|
Bagus Al Amin
|
V
|
-
|
|
Jumlah
|
5
|
6
|
|
Prosentase
|
45,5
%
|
54,5
%
|
Setelah dilakukan tes
formatif pada siklus I ternyata terjadi peningkatan nilai disbanding sebelum
siklus I. Hasil tes formatif tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.3
Tabel
4.3
Hasil tes formatif mata pelajaran penjaskes
start jongkok
Pra
siklus
|
No
|
Nama
Siswa
|
Nilai
|
|
1
|
Dewi Nurfitria
|
60
|
|
2
|
M. Indra kurniawan
|
55
|
|
3
|
M. Zainal Afandi
|
70
|
|
4
|
Zumrotin Khasanah
|
70
|
|
5
|
Angga Setiyawan
|
60
|
|
6
|
Agus Ainur Rozikin
|
65
|
|
7
|
Falih Anwari
|
60
|
|
8
|
Zhety Khoirul Trisna
|
60
|
|
9
|
Melly Setiyaningsih
|
70
|
|
10
|
Restu Setyawan
|
65
|
|
11
|
Bagus Al amin
|
75
|
|
JUMLAH
|
710
|
|
RATA-RATA
|
64,55
|
|
PROSENTASE
KETUNTASAN
|
54,5
%
|
Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami
peningkatan pada siklus I, ini dapat di lihat pada tabel 4.4.
Tabel
4.4
Hasil
pengamatan keaktifan selama pembelajaran pelajaran penjaskes start jongkok
siklus I
|
No
|
Nama Siswa
|
Aktif
|
Tidak Aktif
|
|
1
|
Dewi Nurfitria
|
V
|
-
|
|
2
|
M. Indra Kurniawan
|
-
|
V
|
|
3
|
M. Zainal Afandi
|
V
|
-
|
|
4
|
Zumrotin Khasanah
|
V
|
-
|
|
5
|
Angga Setiyawan
|
-
|
V
|
|
6
|
Agus Ainur Rozikin
|
V
|
-
|
|
7
|
Falih Anwari
|
-
|
V
|
|
8
|
Zhety Khoirul Trisna
|
-
|
V
|
|
9
|
Melly Setiyaningsih
|
V
|
-
|
|
10
|
Restu Setyawan
|
V
|
-
|
|
11
|
Bagus Al Amin
|
V
|
-
|
|
Jumlah
|
7
|
4
|
|
Prosentase
|
63,6 %
|
36,4 %
|
Keberhasilan siswa
pada siklus II ini semakin meningkat yaitu mencapai 90,9%, hasil tersebut dapat
dilihat pada Tabel 4.5.
Tabel
4.5
Hasil tes formatif mata pelajaran pelajaran
penjaskes start jongkok
siklus
II
|
No
|
Nama Siswa
|
Nilai
|
|
1
|
Dewi Nurfitria
|
70
|
|
2
|
M. Indra kurniawan
|
60
|
|
3
|
M. Zainal Afandi
|
80
|
|
4
|
Zumrotin Khasanah
|
75
|
|
5
|
Angga Setiyawan
|
70
|
|
6
|
Agus Ainur Rozikin
|
75
|
|
7
|
Falih Anwari
|
70
|
|
8
|
Zhety Khoirul Trisna
|
65
|
|
9
|
Melly Setiyaningsih
|
75
|
|
10
|
Restu Setyawan
|
75
|
|
11
|
Bagus Al amin
|
80
|
|
JUMLAH
|
795
|
|
RATA-RATA
|
72,27
|
|
PROSENTASE KETUNTASAN
|
90,9 %
|
Pada siklus II ini kektifan siswa juga mengalami peningkatan dan
mencapai 90,9%. Hasil tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel
4.6
Hasil
pengamatan keaktifan selama pelajaran penjaskes start jongkok
siklus II
|
No
|
Nama
Siswa
|
Aktif
|
Tidak Aktif
|
|
1
|
Dewi Nurfitria
|
V
|
-
|
|
2
|
M. Indra Kurniawan
|
-
|
V
|
|
3
|
M. Zainal Afandi
|
V
|
-
|
|
4
|
Zumrotin Khasanah
|
V
|
-
|
|
5
|
Angga Setiyawan
|
V
|
-
|
|
6
|
Agus Ainur Rozikin
|
V
|
-
|
|
7
|
Falih Anwari
|
V
|
-
|
|
8
|
Zhety Khoirul Trisna
|
V
|
-
|
|
9
|
Melly Setiyaningsih
|
V
|
-
|
|
10
|
Restu Setyawan
|
V
|
-
|
|
11
|
Bagus Al Amin
|
V
|
-
|
|
Jumlah
|
10
|
1
|
|
Prosentase
|
90,9
%
|
9,1
%
|
C. PEMBAHASAN
Berdasarkan table diatas maka dapat dijelaskan sebagai berikut :
a) Tabel
4.1 pada studi awal anak yang tuntas belajar hanya 4 anak dari 11 anak. Jadi
daya serap anak hanya 36,4 % dari ketuntasan. Dengan nilai rata-rata 59,10.
b) Dari
siklus I pada tabel 4.3 yang tuntas belajar sebanyak 6 anak dari 11 anak, ini
berarti terjadi kenaikan dari 36,4 % menjadi 54,5 % dari ketuntasan. Dengan
nilai rata-rata 64,55.
c) Pada
siklus II pada table 4.5 daya serap anak sangat tinggi, dari 11 anak yang
mencapai ketuntasan 10 anak, artinya penguasaan materi mencapai 90,9 % dengan
nilai rata-rata 72,27.
Dari
data diatas penelitian yang dilakukan selalu mengalami peningkatan ketuntasan.
Dari awal kemampuan ketuntasan pembelajaran hanya mencapai 36,4 % , dan pada
siklus I ketuntasannya menjadi 54,5 %, pada siklus II terdapat kenaikan yang
sesuai kriteria, yaitu 90,9 % dengan nilai rata-rata kelas 72,27.
Peneliti
mencantumkan tingkat ketuntasan hasil belajar siswa melalui table seperti
dibawah ini :
Tabel
4.7
Data tingkat
ketuntasan pembelajaran penjaskes staart jongkok
|
No
|
Tahap
|
Siswa Yang Tuntas
|
Siswa Yang Belum
tuntas
|
|
Jumlah
|
Prosentase
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
1
|
Awal
|
4
|
36,4 %
|
7
|
63,6 %
|
|
2
|
Siklus I
|
6
|
54,5 %
|
5
|
45,5 %
|
|
3
|
Siklus II
|
10
|
90,9 %
|
1
|
9,1 %
|
Dari tabel diatas dapat diketahui
bahwa terjadi peningkatan pada tiap siklusnya. Dari hasil pembelajaran awal
ketuntasan anak 36,4 %, pada siklus I naik menjadi 54,5 %, dan pada siklus II
naik menjadi 90,9 %. Hal ini menunjukkan ketepatan dalam pemakaian media
pembelajaran dan metode pembelajaran sehingga hasil pembelajaran dapat maksimal
dan optimal. Dibawah ini disajikan diagram ketuntasan belajar penjaskes starr
jongkok
Gambar 4.1
Ketuntasan belajar Start jongkok
Tingakat keaktifan kedisiplinan siswa dalam pembelajaran Start
jongkok, dapat kita lihat bahwa mengalami peningkatan tiap siklusnya dari
siklus I yaitu 54,5% dan siklus II 90,9%. Dibawah ini sajian tabel kedisiplinan
dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.
Tabel 4.8
Data
keaktifan selama pembelajaran
|
No
|
Tahap
|
Siswa Yang Aktif
|
Siswa Yang Tidak
Aktif
|
|
Jumlah
|
Prosentase
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
1
|
Awal
|
5
|
45,5 %
|
6
|
54,5 %
|
|
2
|
Siklus I
|
7
|
63,6 %
|
4
|
36,4 %
|
|
3
|
Siklus II
|
10
|
90,9 %
|
1
|
9,1 %
|
Dari tabel diatas selanjutnya dapat digambarkan dalam
diagram dibawah ini
Gambar 4.2
Peningkatan
keaktifan siswa
Dari data diatas diketahui
bahwa tiap siklus semakin ada peningkatan dalam keaktifan dan kedisiplinan
siswa.
1. Siklus
I
Dalam
peningkatan siklus I terdapat peningkatan dari 45,5% menjadi 63,6% dari
peningkatan kedisiplinan dan keaktifan ada 7 dari 11 siswa
2. Siklus
II
Peningkatan
kedisiplinan dan keaktifan siklus II peningkatan terjadi dari 63,6% menjadi
90,9%.
Dari
kedua siklus selama perbaikan mata pelajaran Start jongkok yang telah
dilaksanakan ternyata mampu meningkatkan hasil pembelajaran yang terus menerus.
1.
Siklus
I
Untuk siklus I terjadi
peningkatan ketuntasan belajar dari 36,4% menjadi 54,5% dengan menggunakan
media bahan manipulatif ternyata dapat
meningkatkan pemahaman konsep pada anak. Hal ini sejalan dengan pendapat Noehi
Nasution ( 2004:7.8 ) bahwa melalui alat peraga/media pembelajaran dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai hasil belajar. Selain itu melalui
alat peraga juga mampu meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar pada
siswa, hal ini terbukti terjadi peningkatan pada keaktifan siswa dari 45,5%
menjadi 63,6%.
2.
Siklus
II
Pada siklus ini terjadi peningkatan
sangat signifikan. Dari 11 siswa sudah mencapai 10 siswa yang dapat menguasai
materi, dari 54,5% menjadi 90,9% dan keaktifan siswa juga sangat baik
peningkatannya dari 63,6% menjadi 90,9%.
Dari hasil ini
membuktikan bahwa strategi dan media yang tepat dapat meningkatkan hasil
pembelajaran, hal ini juga ditegaskan oleh Udin S. Winataputra ( 2003:2.20 )
bahwa ketepatan menggunakan alat pembelajaran atau media pembelajaran akan
dapat meningkatkan hasil pembelajaran
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus dan berdasarkan seluruh
pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapa disimpulkan sebagai berikut
1. Pembelajaran dengan Melalui permaianan hitam hijau memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa yang ditandai dengan
peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus,
2. Penerapan metode pembelajaran Melalui permaianan hitam hijau mempunyai
pengaruh positif, yaitu dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengna rata-rata
jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat
dengan Melalui permaianan hitam hijau
B. Saran
Dari hasil penelitian yang
diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar lebih efektif dan
lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai
berikut:
1. Untuk
melaksanakan pembelajaran memerlukan
persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih
topik yang benar-benar bisa diterapkan
dengan permaianan dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil
yang optimal.
2. Dalam rangka meningkatkan
prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan
berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa
nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan,
sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
3 Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian
ini hanya dilakukan di SDN Nglumber I.tahun pelajaran2 013/2013
4. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan
perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi , 2002.
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta PT. Rineksa Cipta
Engkos S.R. 1994. Penjaskes.
Jakarta; Erlangga
Husni, Agusta, dkk. 1987.
Buku pintar Olahraga . Jakarta; CV Mawar Gempita
Muhajir, 1998, Pendidikan
Jasmani dan Kesehatan, Untuk SMU Kelas 2, Jakarta; Erlangga
Slamet, S.R. 1994.Penjaskes 3.
Jakarta;
Tiga Serangkai
Suharno. 1986, Ilmu Kepelatihan
Olah Raga Yogyakarta; IKIP Yogyakarta.
Syarifuddin, Aib. 1997,
Penjaskes 1,2,3, Jakarta;
PT. Gramedia Widiasmara Indonesia
Upaya Meningkatkan Penguasaan
Teknik Dasar Start Jongkok Melalui permaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV
SDN Nglumber I Tahun Pelajaran 2012/2013
KARYA TULIS
ILMIAH
OLEH
MIFTAKUL
HUDA,S.Pd
NIP19730422 199907 1 01
DINAS PENDIDIKAN BOJONEGORO
SDN NGLUMBER I
KECAMATAN KEPOHBARU
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan penelitian ini telah disetujui dan disyahkan untuk
melengkapi perpustakaan SDN Nglumber I dan dapat diajukan sebagai salah satu
Karya Ilmiah untuk menjadi bahan bacaan
Kepala Sekolah Nglumber, -
- 2013
SDN
Nglumber I Guru Penjas
Drs. ANDU SUDONO MIFTAKUL
HUDA,S.Pd
NIP:
19601107 197907 1 002
NIP19730422 199907 1 001
Mengetahui Mengetahui
Pustakawan SDN nglumber I Kepala Cab. Din. Pendidikan Kecamatan Kepohbaru Kecamatan Kepohbaru
RENY
AGUSTIANA ………………………..
NIP: …………….
KATA PENGANTAR
Dengan
mengucapkan Ahlahmudlillah kehadiran Allah SWT hanya dengan limpahan rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian karya ilmiah dengan
judul Upaya Meningkatkan Penguasaan Teknik Dasar Start Jongkok Melalui
permaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun Pelajaran
2012/2013
Penulisan karya ilmiah ini kami susun untuk dipakai dalam bacaan di
perpustakaan sekolah dan dapat dipakai sebagai perbandingan dalam pembuatan
karya ilmiah bagi teman sejawat juga bagi anak didik pada latihan diskusi
ilmiah dalam rangka pembinaan karya ilmiah.
Dalam penyusunan karya ilmiah ini
penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak . Untuk itu terima kasih kami ucapkan dengan tulus
dan sedalam dalamnya kepada :
1. Yth Bpk Kepala SDN Nglumber
I
2. Yth Bapak Ibu Guru SDN
Nglumber I
3. Istri dan Anak anak yang
telah mendukung dan mendorong selalu
4. Siswa dan siswi SDN Nglumber I
5. Semua pihak yang telah
banyak membantu sehingga penulisan ini selesai.
Penulis menyadari
bahwa penulisan karya ilmiah ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan
saran yang bersifat mambangun dari semua pihak selalu penulis harapkan.
Penulis
ABSTRAKSI
Upaya Meningkatkan Penguasaan Teknik Dasar Start
Jongkok Melalui permaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun
Pelajaran 2012/2013
Kata kunci: pendidikan
jasmani, start jongkok, permainan hitam hijau
Pendidikan Jasmani
adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan
secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu
secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam
kerangka sistem pendidikan nasional.
Permasalah yang ingin
dikaji dalam penelitian ini adalah (a)
Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar pendidikan jasmani bagi siswa dengan
diterapkannya permaianan hitam hjau ? (b) bagaimanakah pengaruh permaianan
hitam hjau terhadap motivasi belajar siswa?
Tujuan dari
penelitian ini adalah (a) bagaimanakah
peningkatan prestasi belajar pendidikan
jasmani pada siswa setelah diterapkannya permaianan hitam hjau, (b) Mengetahui
motivasi belajar pendidikan jasmani setelah diterapkannya permaianan hitam hjau.
Penelitian ini
menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap
putaran terdiri dari dua tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan.
Refleksi dan refisi Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas IV SDN Nglumber I
Kec kepohbaru .dari data diperoleh berupa hasil tes praktik , lembar observasi.
Dari hasil analisa
didapat bahwa prestasi belajar siswa mengalami
peningkatakan dari siklus I sampai II.
Simpulan dari
penelitian ini adalah permaianan hitam hjau dapat berpengaruh positif terhadap
peningkatan belajar siswa kelas IV SDN Nglumber I serta model pembejalaran dapat digunakan
sebagai salah satu alternative pembelajaran penjas.
DAFTAR ISI
Halaman Judul ......................................................................
Halaman pengesahan ......................................................................
Kata Pengantar ......................................................................
Abstraksi ......................................................................
Daftar Isi ......................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah.................................................................
B. Rumusan Masalah ......................................................................
C. Tujuan Penelitian ......................................................................
D. Manfaat penelitian ......................................................................
F. Asumsi ......................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Start Jongkok................................................................. B Prestasi Belajar Penjaskes
C. Teknik – Teknik Dasar
Start Jongkok..............................................
D. Permainan Hitan Hijau …………………………..
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat, waktu dan subjek penelitian................................................
B. Rancangan Penelitian ......................................................................
C. Instrumen Penelitian ......................................................................
D. Metode Pengumpulan Data ............................................................
E. Teknik Analisis Data ......................................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Data Penelitian Persiklus...................................................... B. Pembahasan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ......................................................................
B. Saran ......................................................................
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................
BERITA ACARA
Pada
hari ini ……………….. tanggal …………… bulan
………….. 2013 telah di laksanakan seminar tentang pemecahan pembelajaran dengan
Tema Upaya Meningkatkan
Penguasaan Teknik Dasar Start Jongkok
Melaluipermaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun
Pelajaran 2012/2013yang di laksanakan :
Penyelengara : KKG
Penjaskes Kec Kepohbaaru
Tempat : Gedung
KPRI Sutra Mas Kepohbaru
Waktu : Pukul
10.00 Sampa Dengan Pukul 13.00 WIB
Nara Sumber : Miftakul
Huda,SPd
Pelaksanaan berjalan dengan lancar dan
materi dapat di terima sebagai bahan acuan penyelesaian pemecahan pembelajaran
Penelaah
Materi
|
Penelaah
I
KISWO,S.Pd
NIP:
|
Penelaah
II
SUTRIO
,S.Pd
NIP:
|
DAFTAR
HADIR
Acara
: Seminar
Tema :
Upaya Meningkatkan Penguasaan
Teknik Dasar Start Jongkok
Melaluipermaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun
Pelajaran 2012/2013
Tanggal : …………………………….
Nara Sumber : MIFTAKUL HUDA, S.Pd
|
No
|
Nama
|
Asal lembaga
|
Tanda tangan
|
|
1
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
8
|
|
|
|
|
9
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
12
|
|
|
|
|
13
|
|
|
|
|
14
|
|
|
|
|
15
|
|
|
|
|
16
|
|
|
|
|
17
|
|
|
|
|
18
|
|
|
|
|
19
|
|
|
|
|
20
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN (RPP)
Siklus I
Sekolah : SDN Nglumber I
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : V (lima)
/ 1 (satu)
Alokasi Waktu : 8 x 35 menit (4 x pertemuan)
I.Standar Kompetensi : 1. Mempraktekkan
gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olah raga serta nilai-nilai yang
terkandung didalamnya
II.Kompetensi Dasar : 1.3 Mempraktekkan gerak dasar
atletik sederhana, serta nilai semangat, percaya diri dan disiplin.
III. Indikator : Melakukan
gerakan:
-
Start
-
Saat berlari
-
Finish
IV.Tujuan Pembelajaran
a.
Siswa dapat melakukan gerakan
-
Start
-
Saat berlari
-
Finish
V.Materi Pembelajaran
Atletik
-
Start
-
Saat berlari
-
Finish
VI.Metode Pembelajaran
-
Ceramah
-
Demonstrasi
-
Penugasan
-
Latihan
-
Tanya jawab
VII.Langkah-langkah
Kegiatan Pembelajaran
1.
Pertemuan 1
Pendahuluan
- Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, dan pemanasan
Inti
- Melakukan gerak dasar sikap awal saat melakukan dan sikap akhir
- Melakukan gerak dasar start
Penutup
- Pendinginan, berbaris,
tugas-tugas, evaluasi, proses pembelajaran, berdoa dan bubar
B. Sumber Belajar
-
Buku teks
-
Buku referensi
-
Atletik
-
Tim Abdi Guru
C. Penilaian
1.
Tes Penilaian
Tes Unjuk Kerja (psikomotor)
Gerakan :
-
Start
-
Saat berlari
-
Finish
2.
Rubrik Penilaian
RUBRIK PENILAIAN
UNJUK KERJA PERMAINAN
LARI CEPAT / SPRINT
|
ASPEK YANG DINILAI
|
KUALITAS GERAK
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1.
Star
2.
Saat berlari.
3.
Finish
|
|
|
|
|
|
JUMLAH
|
|
|
JUMLAH SKOR
MAKSIMAL
|
|
Nglumber , -
- 2013
|
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Drs.ANDU SUDONO
|
Guru Penjaskes
MIFTAKUL HUDA,S.Pd
|
NIP:19601107 197907 1
002 NIP:19730422 199907 1 001