Selasa, 31 Maret 2015

Cara mengecek Verifikasi Data Guru di P2TK DIKDAS
Untuk melihat masing-masing DATA GURU atau Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)  apakah valid atau belum bisa mengeceknya di website P2TK DIKDAS. dengan cara sebagai berikut:


1. LAYANAN LEMBAR INFORMASI DATA GURU P2TK

http://223.27.144.195:

2. Login terlebih dengan cara memasukkan NO. NUPTK dan password-nya dengan tanggal lahir guru ybs, format pasword : YYYYMMDD (ThnBlnTgl)
     Contoh: jika tanggal lahir  25 September 1987 passwordnya: 19870925

Sabtu, 07 Maret 2015

MAU TAHU APA ITU MANAGEMEN KONFLIK

Apa pengertian manajemen konflik? perlukah bagi kepala sekolah
Apa pengertian manajemen konflik? perlukah bagi kepala sekolah manajemen konflik adalah situasi yang terjadi ketika ada pendapat-pendapat atau perbedaan cara pandang beberapa orang,kelompok atau organisasi. sikap saling mempertahankan sekurang-kurangnya di antara dua kelompok yang memiliki tujuan dan panjangan berbeda, dalam upaya mencapai satu sehingga berbeda dalam posisi oposisi,bukan kerjasama. perlukah itu bagi kepala sekolah
sangat perlu, karna ada beberapa aspek positif dalam konflik secara umum
Aspek positif dalam konflik:
·                     membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.
·                     memberikan saluran baru untuk komunikasi
·                     menumbuhkan semangat baru pada staf
·                     memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi
·                     menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi
apabila konflik mengarah pada kondisi destruktif, maka hal ini dapat berdampak pada penurunan efektifitas dalam organisasi baik secara perorangan maupun kelompok, berupa penolakan,resistensi terhadap perubahan,apatis,acuh tak acuh bahkan mungkin muncul luapan emosi destruktif,berupa demonstrasi.

Penyebab-penyebab konflik :
·                     batasan pekerjaan yang tidak jelas
·                     hambatan komunikasi
·                     tekanan waktu
·                     standar, peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal
·                     pertikaian antar pribadi
·                     perbedaan stataus
·                     harapan yang tidak terwujud

Pengelolaan konflik 
konflik dapat di cegah atau di kelola dengan:
·                     DISIPLIN : mempertahankan disiplin dapat di gunakan untuk mengelola dan mencegah konflik
·                     KOMUNIKASI : suatu komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif. adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegiatan sehari-hari.

·                     MENDENGARKAN SECARA ACAK : mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik,untuk memastikan bahwa penerimaan para  manajemen guru telah memiliki pemahaman yang benar,mereka dapat merumuskan kembali permasalahan para pegawai sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan.
Teknik atau keahlian untuk mengelola konflik
pendekatan dalam resolusi konflik tergantung pada:
·                     konflik itu sendiri
·                     karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya
·                     keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik
·                     pentingnya isu yang menimbulkan konflik
·                     ketersediaan waktu dan tenaga
.


Minggu, 01 Maret 2015

Mengatasi Konflik di Sekolah


Konflik dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang dihadapkan dengan motif, keyakinan, nilai dan tujuan yang saling bertentangan. Konflik bisa dialami oleh siapapun dan di manapun, termasuk oleh komunitas di sekolah. Siswa, guru, atau pun kepala sekolah dalam waktu-waktu tertentu sangat mungkin dihadapkan dengan konflik.
 
Konflik yang dialami individu di sekolah dapat hadir dalam berbagai bentuk, bisa dalam bentuk individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Misalnya, seorang guru berhadapan seorang guru, seorang guru berhadapan dengan sekelompok guru, sekelompok guru tertentu berhadapan dengan sekelompok guru lainnya., dan sejenisnya. Konflik yang terjadi diantara mereka bisa bersifat tertutup, terbuka atau bahkan menjadi konfrontasi.
Apabila konflik yang terjadi di sekolah tidak terkelola dan bersifat destruktif, maka selain dapat mengganggu kesehatan dan kualitas kehidupan seseorang, juga dapat mengganggu terhadap pencapaian efektivitas dan efisiensi pendidikan di sekolah secara keseluruhan.
Terkait dengan upaya mengelola konflik di sekolah, Daniel Robin (2004) dalam sebuah artikelnya menawarkan tujuh sikap yang diperlukan untuk mencairkan konflik.


1. Define what the conflict is about
Definisikan secara jelas konflik apa yang sedang berkembang. Tanyakan pada setiap orang “Ada issue apa?”, lalu tanyakan pula “Apa kepedulian Anda di sini? atau “Apa yang kamu rasakan dan manfaat dari pertengkaran ini”. Secara berkala tanyakan pula “Apa yang ingin Anda capai dan bagamana kita harus mengerjakannya?”


2. It’s not you versus me; it’s you and me versus the problem
Memiliki keyakinan bahwa “Ini bukanlah pertentangan antara anda dengan saya, tetapi ini adalah saya bersama anda melawan masalah itu”. Masalah yang sebenarnya adalah masalah itu sendiri, yang harsus diselesaikan, bukan terletak pada orangnya. Adalah hal yang amat bodoh, jika Anda mencoba mengalahkan salah satu dari antara pihak yang berkonflik, karena suatu saat setelah mereka dikalahkan, meraka akan kembali melakukan pertempuran ulang (rematch) yang terus-menerus, yang mungkin dengan daya tembak yang lebih kuat. Jangan paksa orang untuk bertekuk lutut!


3. Identify your shared concerns against your one shared separation.
Lakukan identifikasi orang-orang yang memiliki kepedulian yang sama dengan Anda dan orang–orang yang justru berseberangan dengan Anda. Jika dihadapkan pada suatu konflik, buatlah semacam kesepakatan dengan kelompok yang memiliki hubungan paling kuat (dimana Anda menyetujuinya), tidak dengan kelompok yang paling lemah. Ini akan lebih mudah dan juga lebih efektif, apabila Anda hendak mengalihkan hal-hal yang disetujui maupun tidak disetujui. Pahami sudut pandang mereka dan berikan penghargaan atas perbedaaan yang ada.


4. Sort out interpretations from facts.
Memilah interpretasi berdasarkan fakta. Jangan meminta suatu pendapat dari orang yang sedang berkonflik, karena hanya akan memperoleh pendapat dan penafsiran versi mereka. Tetapi sebaiknya ungkapkan “Apa yang telah kamu lakukan atau katakan?” pertanyaan semacam ini akan lebih menggiring pada fakta, yang selanjutnya dapat dijadikan dasar bagi pemecahan konflik


5. Develop a sense of forgieness.
Kembangkan rasa untuk memaafkan. Tidak mungkin terjadi rekonsiliasi tanpa belajar memaafkan kesalahan orang lain. Banyak orang melakukan perdamaian tetapi tidak bisa mengubur kejadian yang sudah-sudah sehingga pada hari kemudian memunculkan lagi pertengkaran. Oleh karena itu, setiap orang penting untuk dibelajarkan mau memaafkan orang lain secara tulus. Yang lalu biar berlalu, hari ini kenyataan dan esok hari adalah harapan!


6. Learn to listen actively
Belajar mendengar secara aktif. Putarlah paradigma dari ungkapan “ Ketika saya bicara, orang lain mendengarkan” menjadi “Ketika saya mendengarkan, orang lain berbicara kepada saya”. Mendengarkan dengan tujuan untuk memahami, bukan untuk menjawab Mulailah dengan berusaha memahami, kemudian menjadi dipahami. Setidaknya dengan cara ini, akan membantu melepaskan ego atau uneg-uneg yang bersangkutan (katarsis)


7. Purify your heart.

Terakhir, berusaha mensucikan hati. Hati yang bersih merupakan benteng utama dari berbagai serangan dari luar  dan juga akan pembimbing kita dalam setiap tindakan. Anda tidak akan mendapatkan konflik atau kekerasan dari orang lain, jika dalam hati dan jiwa Anda bersemayam kebajikan. Rasa benci, iri dan dengki yang bercokol di hati kerapkali menjadi pemicu terjadinya konflik.

Senin, 06 Oktober 2014

PENYAKIT GANAS MELEBIHI HIV

                                                           SOMBONG

     Ada banyak jenis penyakit yang hinggap di tubuh kita. Baik penyakit yang terlihat secara fisik ataupun yang tersembunyi di balik relung hati makhluk Allah yang bernama manusia. Di antaranya adalah sifat sombong.

 لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْر
“Tidak akan masuk al jannah (surga) barang siapa di dalam hatinya terdapat setitik kesombongan.”

Banyak fenomena kesombongan yang terjadi di sekitar kita bahkan mungkin kitalah salah satu pelakunya. Sombong adalah penyakit yang sulit untuk disembuhkan karena obatnya ada pada diri kita sendiri. Allah subhannahu wata’ala berfirman:
“Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong,karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembubumi, dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-gunung. (QS. Al- Israa’ : 37).

      Ada 7 jenis kesombongan yang dibenci Allah SWT:

1. Sombong karena kelebihan seseorang akan ilmu pengetahuannya baik ilmu dunia maupun akhirat. Dia menganggap dirinyalah yang paling hebat dan benar sehingga dia tidak menerima masukan kebaikan dari orang lain. Dia selalu ingin dihormati oleh orang lain terutama saat di hadapan khalayak ramai. Baik oleh bawahan ataupun muridnya bahkan selalu menuntut pelayaan yang mulia untuk dirinya. Padahal Rasullullah bersabda:“ Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan walau hanya sebesar zarah.” (HR. Muslim).

2. Kesombongan karena merasa lebih dalam hal ibadah.
Penyakit orang ‘abid yang merasa diri mereka terlalu banyak beribadah dibandingkan orang lain sehingga menimbulkan sifat bangga diri dan membuat mereka terpedaya oleh tipu daya setan yang melenakan, karena beranggapan orang lain tidak bisa melakukan ibadah seperti mereka. Allah mengecam mereka dalam Surat Luqman ayat 18 dan Rasulullah juga bersabda: “bahwa siapa yang memuji dirinya sendiri atas suatu amal shalih berarti sudah tersesat dari mensyukurinya dan gugurlah segala amal perbuatannya.

3. Sombong karena membanggakan keturunan yang mulia dan bangsawan.
Sifat sombong ini mirip dengan kaum Bani Israil yang dilaknat Allah seperti yang tercantum dalam Al- Quran, mereka bangga dengan keturunan mereka yang banyak menjadi Nabi dan konon ikutan merasa mulia dikasihi Tuhan.
4. Sombong mempunyai fisik yang sempurna cantik ataupun tampan sehingga memandang orang lain dengan hina dan merendahkan ciptaan Allah dengan sindiran yang melukai perasaan orang lain.

5. Sombong karena memiliki harta yang berlimpah. Yang membuat kita lupa daratan dan berbangga dengan apa yang kita punya. Sehingga menimbulkan sikap kurang berkenan kepada orang yang kurang mampu padahal Allah telah berfirman bahwa dunia dan kemewahannya hanyalah amanah dan hanya perhiasan belaka pada pandangan orang-orang kafir sehingga mereka berlagak sombong dan memandang rendah orang yang beriman. Padahal orang yang bertakwa (dengan imannya) lebih tinggi (martabatnya) daripada mereka kelak. Dan ingatlah Allah memberi rezeki kepada siapapun yang Dia kehendaki dengan tidak terkira .

6. Sombong karena kegagahan hingga membully siapa saja dengan kekuatan badan yang tak tertandingi.

7. Sombong dan bangga karena memiliki pengikut yang berada di belakangnya seperti orang alim yang berbangga dengan banyaknya murid yang memuji.
Ingatlah akibat yang timbul dari sifat sombong. Orang yang sombong hanya akan mendapat murka Allah, dijauhkan dari hidayah dan membuat kita mengabaikan perintah-Nya. Orang yang sombong hanya akan menjadi penghuni neraka layaknya iblis yang sombong kepada Adam AS. Seperti Qarun yang sombong pada jaman Nabi Musa yang bermegah-megahan dengan hartanya, Firaun yang sombong untuk menyembah pada penciptanya dan kisah Fulan yang durhaka karena sombong mengakui ibunya.

Sombong juga akan menjauhkan kita dari keharmonisan bermasyarakat karena sifat sombong hanya menimbulkan pecah belah terhadap tetangga sekitar.
Karena sifat sombong mementingkan diri sendiri, sebuah keluarga akan kehilangan rasa bahagianya. Kesombongan juga akan membuat para pemimpin mementingkan diri sendiri dan tidak perhatian dengan rakyatnya yang kecil. Perpecahan,huru-hara di muka bumi juga akan mudah terjadi jika para pemimpin sombong tidak bisa menghargai Negara orang lain .
Sebaliknya kebahagiaan dan kedamaian akan tercipta andai manusia saling rendah diri, hormat-menghormati seperti intisari yang diajarkan dalam Islam.

Apa yang patut kita banggakan, dunia ini titipan-Nya dan akan kembali kepada-Nya pula.
Ingatlah kita tercipta dari setetes air yang hina (mani), kita terlahir juga tidak membawa apa-apa begitupun saat Allah memanggil kita. Saudaraku maukah kita dipandang hina di hadapan-Nya kelak?
Seperti sabda Rasulullah “Orang yang sombong, keras kepala, dan takabbur akan dikumpulkan pada hari kiamat di dalam bentuk semut yang kecil yang dipijak mereka oleh manusia karena hinanya mereka pada Allah.” (diriwayatkan oleh abu hurairah dan Al-Bazzar)..


MEMAKNAI QURBAN

 QURBAN
Berqurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra nabi Adam as. diperintahkan berqurban. Maka Allah Swt. menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah Swt berfirman:
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ ءَادَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
“Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa" (QS Al-Maa-idah 27).
Qurban lain yang diceritakan dalam Al-Qur’an adalah qurban keluarga Ibrahim as., saat beliau diperintahkan Allah Swt. untuk mengurbankan anaknya, Ismail as.. Disebutkan dalam surat As-Shaaffaat 102: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Kemudian qurban ditetapkan oleh Rasulullah Saw. sebagai bagian dari Syariah Islam, syiar dan ibadah kepada Allah Swt. sebagai rasa syukur atas ni’mat kehidupan.

Makna Kurban
Kurban dalam bahasa arab berakar kata dari qaruba. Akar kata ini membentuk kata: qurb (dekat),taqarrub (mendekatkan diri) aqriba' (kerabat) dsb. Menurut para pakar bahasa Arab, kurban bermakna suatu sarana untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepadaAllah (lihat: Ma'ani l-Qur'an). Al-Mawardi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kurban adalah amal kebajikan yang ditujukan menggapai Rahmat Allah.Sedangkan dalam Mu'jam Wasith kurban berarti segala bentuk amalan untuk bertaqarrub kepada Allah, baik berupa penyembelihan maupun lainnya.
Takwa dan Kurban
Al-Mawardi dalam tafsirnya menukil pendapat Abdullah bin 'Umar tentang sebab diterimanya kurban Habil, dikarenakan beliau mempersembahkan harta terbaiknya yang berupa tanaman sebagai kurbannya. Sedangkan ditolaknya kurban Qabil ditolak karena dia bersifat minimalis dalam mempersembahkan hartanya.
Maka keikhlasan sebagai ruh takwa adalah kualifikasi diterimanya sebuah kurban. Sebab takwa memiliki makna lahir dan batin. Makna lahiriyah takwa diukur dari sejauhmana seorang hamba memperhatikan batasan-batasan (hudud) yang telah ditetapkan Allah. Sedangkan makna batinnya ditentukan oleh keikhlasan dalam setiap amalannya. (lihat: al-Risalah al-Qusyairiyyah, I/308)
Allah berfirman: "Daging-daging (unta) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik". (al-Hajj: 37)
Al-Zamakhsyari dalam tafsirnya, menjelaskan bahwa Ridha Allah tidak akan sampai pada pemilik daging-daging yang disedekahkan dan darah-darah yang mengalir dari hewan yang dikurbankan kecuali jika dia melandasi amalannya dengan niat ikhlas dan memperhatikan syarat-syarat taqwa saat berkurban.
Secara kebahasaan, takwa berarti menjaga jiwa dari sesuatu yang ditakuti (ja'lun nafs fi wiqayatin mimma yakhaf). Makna takwa ini dapat kita ketahui dari penjelasan hadits Nabi saw., "Hindarilah (ittaqu, dari kata taqwa) api neraka walau dengan sebutir kurma, jika tidak punya sebutir kurma, maka gunakan kata yang baik". (HR. Bukhari)
Sedangkan secara syar'i, takwa berarti menjaga jiwa dari segala yang mengotorinya, yaitu dengan meninggalkan semua yang dilarang. Orang yang bertaqwa adalah yang menjadikan ketaatannya hanya untuk Allah dan mematuhi perintah-Nya sebagai pelindung dari azab-Nya. Kesemuanya ini berjalan sempurna dengan meninggalkan hal-hal dibolehkan (mubah)tapi mengandung syubhat, sehingga dia tidak terperosok kedalam hal yang diharamkan.
Oleh karena itu, Ibn ‘Umar berkata: "Seorang hamba tidak akan mencapai takwa yang hakiki sehingga dia meninggalkan gejolak (niatan buruk) dalam dadanya". (Shahih Bukhari, kitabul iman)
Dalam pandangan Sufi yang lurus, takwa menempati maqam tertinggi, karena takwa menghindari hal-hal yang tidak disukai (makruh). Taqwa mendindingi seseorang dari segala yang dicintai dan dicarinya; seperti menjauhi kekufuran dengan keimanan, kesyirikan dengan tauhid, riya’ dengan ikhlas, dusta dengan jujur, curang dengan nasehat, maksiat dengan taat, bid’ah dengan ittiba’, syubhat dengan wara’, dunia dengan zuhud, lalai dengan zikir, setan dengan ta’awudz, neraka dengan menjauhi amalan buruk, dan menghindari semua kejahatan dengan kebaikan yang menjadi penyelamatnya.
Maka menurut kaum sufi, takwa itu mencakup empat hal:
  1. Sangat takut dari dosa-dosa di masa silam, di mana kenikmatannya telah sirna tetapi balasan dosanya masih menghantuinya.
  2. Sangat khawatir terperosok kedalam dosa-dosa di masa mendatang
  3. Sangat takut bila mendapatkan su’ul khatimah.
  4. Sering bermuhasabah (introspeksi diri)

Mengenai penyebutan daging dan darah dalam QS. Al-Hajj 37, Ibnu Katsir menjelaskan hal ini karena kebiasaan masyarakat jahiliyah ketika berkurban mereka menggantungkan daging kurban pada patung tuhan-tuhannya dan melumuri “tuhan”nya dengan darah kurban. Lalu para Sahabat berkata: "Kami lebih berhak melakukan hal itu dari mereka". Maka turunlah ayat: "Daging-daging (unta) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya".
Lalu beliau menyitir Hadits Nabi: "Sesungguhnya amalan sedekah itu telah sampai kepada Allah sebelum sampai ke tangan penerimanya, dan sungguh (pahala) dari darah (kurban) itu telah sampai kepada Allah sebelum membasahi bumi". (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Minggu, 05 Oktober 2014

PENELITIAN TINDAKAN KELAS GURU PENJASORKES

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar  Belakang Masalah
         
        Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkem-bangan fungsional jasmani, rohani dan sosial. Struktur anatomis-anthropometris dan fungsi fisiologisnya, stabilitas emosional dan kecerdasan intelektualnya maupun kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul khususnya pada generasi muda yang aktif mengikuti kegiatan Olahraga dari pada yang tidak aktif mengikutinya (Renstrom & Roux 1988, dalam A.S.Watson: Children in Sport dalam Bloomfield,J., Fricker, P.A. and Fitch,K.D., 1992).
        Memperkenalkan pentingnya kesehatan melalui kegiatan olahraga di sekolah merupakan tindakan yang benar. Mendidik siswa supaya peduli kepada nilai penting kesehatan seyogyanya dimulai semenjak pra sekolah hingga remaja. Kesehatan merupakan aset yang tidak bisa diukur dengan uang dan merupakan modal utama dalam mencapai suatu keberhasilan.
        Pendidikan jasmani di sekolah merupakan jalur formal yang berperan mendidik siswa untuk peduli akan pentingnya kesehatan. Melalui serangkaian kegiatan olah raga siswa di perkenalkan berbagai permaianan misal : sepak bola, lari, lempar lembing, bola basket, dsb. Dengan diperkenalkannya berbagai kegiatan ini di harapkan dapat merangsang minat siswa untuk mencintai olahraga.
        Kegiatan olahraga yang dilakukan secara baik dan benar memiliki dampak positif dalam perkembangan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Karena kegiatan olahraga selain memberi manfaat kesehatan fisik juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan sosialisasi siswa di berbagai bidang.
        Olahraga banyak sekali jenisnya, misalnya olah raga lapangan seperti sepak bola, basket, badminton, Start jongkok, olah raga air seperti renang, lompat indah,permaianan sederhana seperti hitam putih ,menjala ikan  dsb. Masing – masing jenis olah raga tersebut memiliki karakteristik dan aturan yang berbeda. Namun pada tujuannya sama yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan mencapai prestasi.
        Dalam penelitian ini penulis mengambil materi start jongkok yang merupakan dasar dari cabang Start jongkok lari. Start jongkok merupakan cabang olahraga yang memiliki banyak nomor perlombaan, misalnya lari, lempar, dan jalan cepat. Start jongkok merupakan awalan dalam lari yang merupakan dasar yang harus dikuasai oleh para pelari. Teknik ini dapat dipelajari oleh siswa sebagai bekal pengetahuan mengenai cabang olahraga Start jongkok.
        Berdasarkan uraian diatas peneliti ingin mengambil tema start jongkok sebagai Upaya pemecahan pembelajaran yang penulis hadapi ,karena rendahnya prestasi saat kegiatan pembelajaran siswa. Maka dalam penelitian ini peneliti memilih judul “ Upaya Meningkatkan Penguasaan Teknik Dasar Start Jongkok Melalui permaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun Pelajaran 2012/2013

B. Rumusan Masalah
               Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan suatu maslaah sebagai berikut:
     1.  Bagaimana peningkatan prestasi  belajar pendidikan jasmani  bagi siswa dengan diterapkannya permaianan hitam hijau ?
     2.  Bagaimanakah pengaruh permaianan hitam hijau terhadap motivasi belajar pendidikan jasmani  pada siswa ?

C. Tujuan Penelitian
              Sesuai dengan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk:
     1.  Mengetahui peningkatan prestasi belajar pendidikan jasmani  pada siswa setelah diterapkan permaianan hitam hijau
     2.  Mengetahui pengaruh motivasi belajar pendidikan jasmani  berenang pada siswa setelah diterapkan permaianan hitam hijau

D. Berdasarkan pada tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan temuan – temuan mengenai penerapan  permaianan hitam hijau bagi siswa – siswi SDN Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, utamanya kelas IV mampu meningkatkan prestasinya dalam pembelajaran.
1.      Bagi guru penjasorkes SDN Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro meningkatkan kreativitas dan kualitas diri sehingga mampu menjadi guru yang profesional
2.      Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini hendaknya mampu memperluas wawasan demi terciptanya tujuan pendidikan nasional.

E. Asumsi
              Dalam  penelitian ini diasumsikan bahwa :
     1.  Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh dari awal sampai akhir pelajaran.
     2.  Siswa menerima semua penjelasan yang disampaikan guru dengan baik
     3.  Dalam mengerjakan soal tes tanpa dipengaruhi orang lain
    
F.  Batasan Masalah
              Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah yang meliputi
     1.  Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas IV SDN Nglumber I
     2.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April semester ganjil tahun ajaran 2012/2013
     3.  Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan Start jongkok







BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Start Jongkok
        Start adalah suatu persiapan awal seseorang pelari akan malakukan gerakan berlari. Untuk nomor lari jarak pendek start yang digunakan adlah start jongkok (crouch start) sedangkan untuk jarak menengah dan jauh menggunakan start berdiri (standing start).
        Tujuan utama start dalam lari jarak pendek, lari estafet/sambung, dan lomba lari gawang adlah untuk mengoptimalisasikan pola lari percepatan. Si pelari harus dapat mengatasi kelembaman/inertia dengan menerapkan daya maksimum terhadap start block sesegera mungkin setelah tembakan pistol start atau aba-aba dari starter dan bergerak ke dalam suatu posisi optimum untuk tahap lari percepatan.
            Suatu start yang baik ditandai dengan sifat-sifat berikut ini :
a.       konsentrasi penuh dan menghilangkan semua gangguan dari luar saat dalam posisi aba-aba Bersediaaa
b.      menyesuaikan sikap yang sesuai pada posisi aba-aba Siaaap
c.       suatu dorongan eksplosif oleh kedua kaki terhadap tumpuan pada start block dalam suatu sudut yang optimal.
B. Prestasi Belajar Penjaskes
Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991: 768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dekerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran.
Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan megadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapt diartikan bahwa prestasi belajar Penjaskes adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar Penjaskes.

C. Teknik – Teknik Dasar Start Jongkok
1.      Penempatan Start Blok
            Ada tiga macam penempatan start blok, dan penempatannya disesuaikan dengan postur tubuh, yaitu :
a.       Start pendek (short start)
b.      Start medium (medium start)
c.       Start panjang (longed start)
2.      Aba-aba Start Lari Sprint
            Lari sprint seoarang starter akan memberikan aba-aba : bersediaaa, siaaap. Yaaak atau door bunyi pistol. Adapun posisi badan saat aba-aba tersebut di atas sebagai berikut :
a.       Bersedia
Setelah starter memberikan aba-aba bersedia, maka pelari akan menempatkan kedua kaki dalam menyentuh blok depan dan belakang; lutut kaki belakang diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu lebih sedikit, jari-jari tangan membentuk huruf V terbalik, dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan pandangan mata menatap lurus ke bawah.
b.      Siaaap
Setelah ada aba-aba siaaap, seoang pelari akan menempatkan posisi badan sebagai berikut : lutut ditekan ke belakang ; lutut kaki depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku 90 derajat ; lutut kaki belakang membentuk sudut antara 120-140 derajat ; dan pinggang sedikit diangkat tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan, serta bahu sedikit lebih maju ke depan dari kedua tangan.
c.       Yaak (bunyi pistol) atau drive
Gerakan yang akan dilakukan pelari setelah aba-aba yaak adalah badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menolak/menekan keras pada start blok ; kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian diayun bergantian ; kaki belakang mendorong kuat/singkat, dorongan kaki depan sedikit tidak namun lebih lama ; kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan ; lutut dan pinggang keduanya diluruskan penuh pada saat akhir dorongan.
3.      Tahap-Tahap Pembelajaran Start Jongkok
            Pembelajaran start jongkok terdiri dari beberapa tahapan yaitu :
a.       tahap bermain (games)
Pada tahap ini bertujuan untuk mengenalkan masalah gerak (movement problem) start secara tidak langsung , dan cara start yang benar dinjau secara anatomis, memperbaiki sikap start serta meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Tujuan khusus dalam bermain start adalah meningkatkan konsentrasi,reaksi bergerak, dan percepatan gerak siswa.
b.      tahap teknik dasar (basic of technic)
Tahap ini bertujuan untuk mempelajari dasar gerak start jongkok yang sistematis. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut :
-        Start dari posisi yang berbeda-beda
Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan percepatan suatu tanda aba-aba bergerak ke posisi lari dan melakukan lari percepatan. Tahap latihan dapat dilakukan secara individu atau berpasangan (satu atlet mengejar atlet yang lain)
-     Start berdiri dengan suatu tanda
Tahap ini bertujuan mengembangkan konsentrasi dan reaksi ; pada tahap ini dapat menggunakan suatu tanda-tanda start dapat lewat pendengaran (audio), lewat penglihatan (visual), dan sentuhan (taktil).
-     Start Berdiri dengan Berbagai variasi
Tahap ini bertujuan untuk melatih dan belajar mangangkat badan dan lari percepatan.
-     Posisi “Bersedia”
Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan posisi”bersedia”, pada tahap ini guru menjelaskan bagaimana cara menempatkan dan memasang start blok, dan demonstrasikan unsure-unsur kunci dari posisi awal serta latihlah dengan koreksi oleh guru atau teman/pasangannya.
-     Posisi Siaaap
Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan posisi siaaap pada saat start. Pada tahap ini guru sebaiknya menjelaskan perobahan sikap dari posisi bersedia ke posisi siap tanpa melakukan lari dan melakukan koreksi.
-     Urutan Gerak Secara Keseluruhan
Tahap ini bertujuan untuk merangkai tahap-tahap “Bersedia”,”Posisi Siap” menjadi suatu gerakan keseluruhan. Pada tahap ini siswa melakukan start dan dilanjutkan lari sprint 10 sampai dengan 30 m dengan aba-aba atau tanpa aba-aba. Guru mencoba mengatur variasi waktu antara siap dan yaak atau bunyi peluit.









D. Permaianan Hitam Hijau
Permaianan hitam hijau adalah bentuk permaianan tradisional yang sering di lakukan anak-anak di seluruh nusantara untuk mengisi waktu bermain. Sejalan dengan perkembagan jaman  berubah menjadi permaianan atau olah raga yang di masukan dalam permaianan  kecil tanpa alat.  Olahraga asli dari berbagai daerah di Indonesia, mungkin belum terkenal di tingkat nasional namun cukup populer di daerah asalnya. Khazanah budaya bangsa yang sebaiknya tetap diperhatikan dan di bina sebelum habis punah dilanda oleh arus globalisasi, terutama oleh permainan era digital dengan menggunakan perangkat komputer.
a.Peraturan permaianan :
Peraturan permaianan hitam hijau tidak ada aturan yang baku namun pada garis besarnya adalah terdiri dari dua regu yang jumlahmya menyesuaikan pemain atau jumlah siswa
b.Cara bermain :
-Permaianan di mulai dari dua kelompok atau dua regu yang berdiri saling  membelakangi dengan posisi berdiri  lutut depan di tekuk dan kaki belakang lurus pandangan kedepan
- Setelah wasit meneriakan kata Hiiiiiii maka kedua regu harus konsentrasi, dan apabila wasit melanjutkan kata Hiiiiiii dengan Kata hijau maka regu hijau harus lari dan regu hitan harus berusaha menangkap.

Dari permaianan hitam dan hijau inilah diharapakan ada kesamaan dalam melakukan gerakan  start jongkok dan latihan konsentrasi untuk melakukan sebuah perintah atau komando untuk bergerak
Kesamaan atau kemiripan yang ada antra teknik star jongkok dan permaian  juga ada pada posisi persiapan sebelum melakukan gerak. Peneliti memadukan atau di jadikan media atau model pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan teknik start jongk
















BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A.  Subjek Penelitian
1.  Lokasi dan Subjek Peneliti
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Tahun pelajaran 2012/2013, dimana peneliti melaksanakan tugas sebagai pengajar. Objek penelitian ini adalah siswa kelas V dengan 15 siswa yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan.

2.  Waktu Penelitian
Penelitian ini diadakan pada semester I tahun pelajaran 2012/2013 pada mata pelajaran Penjasorkes  tentang dasar Start jongkok pokok bahasan memperaktekan dasar Start jongkok yang di modifikasi serta nilai kerjasama,sportifitas semangat dan kejujuran.

                                     Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran :

No
Hari/Tgl.
Jam
Waktu
Siklus
Teman Sejawat
1
Senin, 10-09-2012
1-4
07.15-08.25
1
Sarjono, S.Pd
2
Senin, 17-09-2012
1-4
08.25-09.35
2
Sarjono, S.Pd

A.  Prosedur Penelitian
Prosedur pelaksanaan PTK
Proses Perbaikan pembelajaran penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui proses sebagai berikut :
     (a) Perencanaan
     (b) Pelaksanaan
     (c) Pengumpulan data
     (d) Refleksi
Pelaksanaan penelitian direncanakan dengan dua tindakan yaitu : (a) Siklus I dan (b) siklus II. Penelitian ini direncanakan dua siklus dan alur pelaksanaan tindakannya dapat dilihat pada gambar berikut :
 



















Gambar 1. Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis & Mc Taggart (dalam Arikunto, 2006:97)


Prosedur penelitian dalam setiap siklus adalah sebagai berikut :
     Siklus I :
1.    Perencanaan
a.    Menyusun skenario pembelajaran, alat peraga, lembar penilaian.
b.    Menyusun lembar observasi untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.
2.    Pelaksanaan
a.    Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncakan sesuai dengan RPP.
b.    Melaksanakan observasi.
c.    Melaksanakan penilaian

3.    Mengumpulkan data
Instrumen yang digunakan dalam pengamatan adalah :
a.    Lembar observasi kegiatan siswa
b.    Lembar observasi kegiatan guru
4.    Refleksi
Setelah menganalisis dan mendiskusikan dengan teman sejawat, ada dugaan sementara belum maksimalnya hasil belajar siswa disebabkan oleh faktor-faktor :
a.    Guru kurang maksimal dalam pembelajaran
b.   Guru kurang memotifasi kegiatan siswa
c.    Guru kurang memaksimalkan media pembelajaran




Siklus II :
Pada siklus kedua, peneliti berusaha memperbaiki kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada siklus I. prosedur pembelajaran pada siklus II terdiri dari :
1.    Perencanaan
a.    Menyusun skenario pembelajaran, , lembar penelitian dan alat peraga
b.    Menyusun lembar observasi untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran
2.    Pelaksanaan
a.    Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncakan sesuai dengan RPP I dengan memaksimalkan penggunaan alat peraga dan pembelajaran.
b.    Melaksanakan observasi.
c.    Melaksanakan penilaian
3.    Mengumpulkan data
a.    Hasil tes siswa dianalisis
b.    Hasil observasi dianalisis melalui presentase dari siswa yang aktif dalam proses pembelajaran.
4.    Refleksi
Dari hasil observasi antara guru dengan teman sejawat terhadap proses perbaikan pembelajaran pada siklus kedua, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran menjadi lebih baik, media yang digunakan tepat sehingga dapat meningkatkan kemampuanan siswa terhadap materi dan menjadikan suasana pembelajaran yang kondusif.
B.         Tindakan Ketuntasan
           Dalam pembelajaran Penjasorkes tentang Dasar Start jongkok Standar Ketuntasan 80 % dari keseluruhan jumlah siswa criteria ketuntasan minimal yang harus dicapai siswa adalah 75 %










BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.  Diskripsi Persiklus
1.       Siklus I
a.       Tahap Perencanaan
Kegiatan dalam tahap perencanaan ini meliputi penyusunan persiapan mengajar tentang Start jongkokyang meliputi :
1.       Penentuan Kompetensi Dasar
2.       Perumusan indicator
3.       Perumusan alternative pembelajaran
4.       Materi pembelajaran
5.       Rumusan soal-soal
b.       Tahap Pelaksanaan
1.       Kegiatan Awal
-          Apersepsi
-          Pre Tes/Tes awal dengan melakukan tanya jawab tentang Start jongkok
2.       Kegiatan Pelaksanaan
-          Guru memberikan penjelasan tentang Start jongkok
-          Guru menjelaskan pengertian Start jongkok
-          Guru menjelaskan tentang Start jongkok.
-          Siswa menyebutkan langkah-langkah Start jongkok
3.       Kegiatan Penutup
-          Menyelesaikan latihan langkah-langkah Start jongkok
-          Memeriksa hasil yang diperoleh siswa.
c.       Pengamatan
Kegiatan pengamatan ini untuk melihat tingkat keberhasilan proses pembelajaran Penjasorkes  dengan materi Dasar Start jongkok.Start jongkok
Adapun hasil evaluasi yang diperoleh adalah sebagai berikut :





Prosedur penelitian dalam setiap siklus adalah sebagai berikut :
     Siklus I :
5.    Perencanaan
a.    Menyusun skenario pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, lembar penilaian.
b.    Menyusun lembar observasi untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.
6.    Pelaksanaan
a.    Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncakan sesuai dengan RPP.
b.    Melaksanakan observasi.
c.    Melaksanakan penilaian
7.    Mengumpulkan data
Instrumen yang digunakan dalam pengamatan adalah :
a.    Lembar observasi kegiatan siswa
b.    Lembar observasi kegiatan guru
c.    Lembar Kerja siswa
8.    Refleksi
Setelah menganalisis dan mendiskusikan dengan teman sejawat, ada dugaan sementara belum maksimalnya hasil belajar siswa disebabkan oleh faktor-faktor :
a.    Guru kurang maksimal dalam pembelajaran
b.   Guru kurang memotifasi kegiatan siswa
c.    Guru kurang memaksimalkan media pembelajaran
Siklus II :
Pada siklus kedua, peneliti berusaha memperbaiki kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada siklus I. prosedur pembelajaran pada siklus II terdiri dari :
5.    Perencanaan
c.    Menyusun skenario pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, lembar penelitian dan alat peraga
d.    Menyusun lembar observasi untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran
6.    Pelaksanaan
d.    Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncakan sesuai dengan RPP I dengan memaksimalkan penggunaan alat peraga dan pembelajaran.
e.    Melaksanakan observasi.
f.      Melaksanakan penilaian
7.    Mengumpulkan data
c.    Hasil tes siswa dianalisis
d.    Hasil observasi dianalisis melalui presentase dari siswa yang aktif dalam proses pembelajaran.

8.    Refleksi
Dari hasil observasi antara guru dengan teman sejawat terhadap proses perbaikan pembelajaran pada siklus kedua, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran menjadi lebih baik, metode yang digunakan tepat sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi dan menjadikan suasana pembelajaran yang kondusif.












BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

B.    Hasil Penelitian
Berikut ini adalah hasil dari pembelajaran penjaskes materi start jongkok
Adapun hasil nilai tes formatif pada prasiklus dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel 4.1
 Hasil tes formatif mata pelajaran pelajaran penjaskes start jongkok Prasiklus
No
Nama Siswa
Nilai
1
Dewi Nurfitria
50
2
M. Indra kurniawan
40
3
M. Zainal Afandi
65
4
Zumrotin Khasanah
65
5
Angga Setiyawan
60
6
Agus Ainur Rozikin
50
7
Falih Anwari
60
8
Zhety Khoirul Trisna
60
9
Melly Setiyaningsih
70
10
Restu Setyawan
60
11
Bagus Al amin
70
JUMLAH
650
RATA-RATA
59,10
PROSENTASE KETUNTASAN
36,4 %




        Peneliti juga menampilkan pengamatan hasil keaktifan selama pembelajaran sebelum siklus, hasil tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.2
Hasil pengamatan keaktifan selama pelajaran penjaskes start jongkok Prasiklus
No
Nama Siswa
Aktif
Tidak Aktif
1
Dewi Nurfitria
V
-
2
M. Indra Kurniawan
-
V
3
M. Zainal Afandi
V
-
4
Zumrotin Khasanah
V
-
5
Angga Setiyawan
-
V
6
Agus Ainur Rozikin
-
V
7
Falih Anwari
-
V
8
Zhety Khoirul Trisna
-
V
9
Melly Setiyaningsih
V
-
10
Restu Setyawan
-
V
11
Bagus Al Amin
V
-
Jumlah
5
6
Prosentase
45,5 %
54,5 %

        Setelah dilakukan tes formatif pada siklus I ternyata terjadi peningkatan nilai disbanding sebelum siklus I. Hasil tes formatif tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.3








Tabel 4.3
 Hasil tes formatif mata pelajaran penjaskes start jongkok
Pra siklus
No
Nama Siswa
Nilai
1
Dewi Nurfitria
60
2
M. Indra kurniawan
55
3
M. Zainal Afandi
70
4
Zumrotin Khasanah
70
5
Angga Setiyawan
60
6
Agus Ainur Rozikin
65
7
Falih Anwari
60
8
Zhety Khoirul Trisna
60
9
Melly Setiyaningsih
70
10
Restu Setyawan
65
11
Bagus Al amin
75
JUMLAH
710
RATA-RATA
64,55
PROSENTASE KETUNTASAN
54,5 %
       
Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami peningkatan pada siklus I, ini dapat di lihat pada tabel 4.4.




Tabel 4.4
Hasil pengamatan keaktifan selama pembelajaran pelajaran penjaskes start jongkok siklus I
No
Nama Siswa
Aktif
Tidak Aktif
1
Dewi Nurfitria
V
-
2
M. Indra Kurniawan
-
V
3
M. Zainal Afandi
V
-
4
Zumrotin Khasanah
V
-
5
Angga Setiyawan
-
V
6
Agus Ainur Rozikin
V
-
7
Falih Anwari
-
V
8
Zhety Khoirul Trisna
-
V
9
Melly Setiyaningsih
V
-
10
Restu Setyawan
V
-
11
Bagus Al Amin
V
-
Jumlah
7
4
Prosentase
63,6 %
36,4 %
           
            Keberhasilan siswa pada siklus II ini semakin meningkat yaitu mencapai 90,9%, hasil tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.5.






Tabel 4.5
 Hasil tes formatif mata pelajaran pelajaran penjaskes start jongkok
siklus II
No
Nama Siswa
Nilai
1
Dewi Nurfitria
70
2
M. Indra kurniawan
60
3
M. Zainal Afandi
80
4
Zumrotin Khasanah
75
5
Angga Setiyawan
70
6
Agus Ainur Rozikin
75
7
Falih Anwari
70
8
Zhety Khoirul Trisna
65
9
Melly Setiyaningsih
75
10
Restu Setyawan
75
11
Bagus Al amin
80
JUMLAH
795
RATA-RATA
72,27
PROSENTASE KETUNTASAN
90,9 %
       




Pada siklus II ini kektifan siswa juga mengalami peningkatan dan mencapai 90,9%. Hasil tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6
Hasil pengamatan keaktifan selama pelajaran penjaskes start jongkok
 siklus II
No
Nama Siswa
Aktif
Tidak Aktif
1
Dewi Nurfitria
V
-
2
M. Indra Kurniawan
-
V
3
M. Zainal Afandi
V
-
4
Zumrotin Khasanah
V
-
5
Angga Setiyawan
V
-
6
Agus Ainur Rozikin
V
-
7
Falih Anwari
V
-
8
Zhety Khoirul Trisna
V
-
9
Melly Setiyaningsih
V
-
10
Restu Setyawan
V
-
11
Bagus Al Amin
V
-
Jumlah
10
1
Prosentase
90,9 %
9,1 %










C.  PEMBAHASAN

           Berdasarkan table diatas maka dapat dijelaskan sebagai berikut :
a)    Tabel 4.1 pada studi awal anak yang tuntas belajar hanya 4 anak dari 11 anak. Jadi daya serap anak hanya 36,4 % dari ketuntasan. Dengan nilai rata-rata 59,10.
b)   Dari siklus I pada tabel 4.3 yang tuntas belajar sebanyak 6 anak dari 11 anak, ini berarti terjadi kenaikan dari 36,4 % menjadi 54,5 % dari ketuntasan. Dengan nilai rata-rata 64,55.
c)    Pada siklus II pada table 4.5 daya serap anak sangat tinggi, dari 11 anak yang mencapai ketuntasan 10 anak, artinya penguasaan materi mencapai 90,9 % dengan nilai rata-rata 72,27.
Dari data diatas penelitian yang dilakukan selalu mengalami peningkatan ketuntasan. Dari awal kemampuan ketuntasan pembelajaran hanya mencapai 36,4 % , dan pada siklus I ketuntasannya menjadi 54,5 %, pada siklus II terdapat kenaikan yang sesuai kriteria, yaitu 90,9 % dengan nilai rata-rata kelas 72,27.
Peneliti mencantumkan tingkat ketuntasan hasil belajar siswa melalui table seperti dibawah ini :
Tabel 4.7
Data tingkat ketuntasan pembelajaran penjaskes staart jongkok
No
Tahap
Siswa Yang Tuntas
Siswa Yang Belum tuntas
Jumlah
Prosentase
Jumlah
Prosentase
1
Awal
4
36,4 %
7
63,6 %
2
Siklus I
6
54,5 %
5
45,5 %
3
Siklus II
10
90,9 %
1
9,1 %

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pada tiap siklusnya. Dari hasil pembelajaran awal ketuntasan anak 36,4 %, pada siklus I naik menjadi 54,5 %, dan pada siklus II naik menjadi 90,9 %. Hal ini menunjukkan ketepatan dalam pemakaian media pembelajaran dan metode pembelajaran sehingga hasil pembelajaran dapat maksimal dan optimal. Dibawah ini disajikan diagram ketuntasan belajar penjaskes starr jongkok

Gambar 4.1
Ketuntasan belajar Start jongkok
            Tingakat keaktifan kedisiplinan siswa dalam pembelajaran Start jongkok, dapat kita lihat bahwa mengalami peningkatan tiap siklusnya dari siklus I yaitu 54,5% dan siklus II 90,9%. Dibawah ini sajian tabel kedisiplinan dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.

Tabel 4.8
Data keaktifan selama pembelajaran
No
Tahap
Siswa Yang Aktif
Siswa Yang Tidak Aktif
Jumlah
Prosentase
Jumlah
Prosentase
1
Awal
5
45,5 %
6
54,5 %
2
Siklus I
7
63,6 %
4
36,4 %
3
Siklus II
10
90,9 %
1
9,1 %

            Dari tabel diatas selanjutnya dapat digambarkan dalam diagram dibawah ini

Gambar 4.2
Peningkatan keaktifan siswa
                 Dari data diatas diketahui bahwa tiap siklus semakin ada peningkatan dalam keaktifan dan kedisiplinan siswa.
1.    Siklus I
Dalam peningkatan siklus I terdapat peningkatan dari 45,5% menjadi 63,6% dari peningkatan kedisiplinan dan keaktifan ada 7 dari 11 siswa
2.    Siklus II
Peningkatan kedisiplinan dan keaktifan siklus II peningkatan terjadi dari 63,6% menjadi 90,9%.
Dari kedua siklus selama perbaikan mata pelajaran Start jongkok yang telah dilaksanakan ternyata mampu meningkatkan hasil pembelajaran yang terus menerus.

1.      Siklus I
                 Untuk siklus I terjadi peningkatan ketuntasan belajar dari 36,4% menjadi 54,5% dengan menggunakan media bahan manipulatif  ternyata dapat meningkatkan pemahaman konsep pada anak. Hal ini sejalan dengan pendapat Noehi Nasution ( 2004:7.8 ) bahwa melalui alat peraga/media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai hasil belajar. Selain itu melalui alat peraga juga mampu meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar pada siswa, hal ini terbukti terjadi peningkatan pada keaktifan siswa dari 45,5% menjadi 63,6%.

2.        Siklus II
          Pada siklus ini terjadi peningkatan sangat signifikan. Dari 11 siswa sudah mencapai 10 siswa yang dapat menguasai materi, dari 54,5% menjadi 90,9% dan keaktifan siswa juga sangat baik peningkatannya dari 63,6% menjadi 90,9%.
            Dari hasil ini membuktikan bahwa strategi dan media yang tepat dapat meningkatkan hasil pembelajaran, hal ini juga ditegaskan oleh Udin S. Winataputra ( 2003:2.20 ) bahwa ketepatan menggunakan alat pembelajaran atau media pembelajaran akan dapat meningkatkan hasil pembelajaran















BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
             Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapa disimpulkan sebagai berikut
    1.  Pembelajaran dengan Melalui permaianan hitam hijau memiliki  dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai  dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus,
    2.  Penerapan metode pembelajaran Melalui permaianan hitam hijau mempunyai pengaruh positif,  yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengna rata-rata jawaban  siswa yang  menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan Melalui permaianan hitam hijau
B.     Saran
             Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:
    1.  Untuk melaksanakan pembelajaran  memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa  diterapkan dengan permaianan   dalam proses  belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
    2.  Dalam rangka meningkatkan  prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
    3   Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di SDN Nglumber I.tahun pelajaran2 013/2013
     4.  Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.       


DAFTAR  PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi , 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta PT. Rineksa Cipta

Engkos S.R. 1994. Penjaskes. Jakarta; Erlangga

Husni, Agusta, dkk. 1987. Buku  pintar Olahraga . Jakarta; CV Mawar Gempita

Muhajir, 1998, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Untuk SMU Kelas 2, Jakarta; Erlangga

Slamet, S.R. 1994.Penjaskes 3. Jakarta; Tiga  Serangkai

Suharno. 1986, Ilmu Kepelatihan Olah Raga Yogyakarta; IKIP Yogyakarta.

Syarifuddin, Aib. 1997, Penjaskes 1,2,3, Jakarta; PT. Gramedia Widiasmara Indonesia


Upaya Meningkatkan Penguasaan Teknik Dasar Start Jongkok Melalui permaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun Pelajaran 2012/2013






KARYA TULIS ILMIAH




OLEH

MIFTAKUL HUDA,S.Pd

NIP19730422 199907 1 01














DINAS PENDIDIKAN BOJONEGORO

SDN NGLUMBER I KECAMATAN KEPOHBARU





LEMBAR PENGESAHAN


Laporan penelitian ini telah disetujui dan disyahkan untuk melengkapi perpustakaan SDN Nglumber I dan dapat diajukan sebagai salah satu Karya Ilmiah untuk menjadi bahan bacaan

             Kepala Sekolah                                               Nglumber,     -     - 2013
           SDN Nglumber I                                                         Guru Penjas


       Drs. ANDU SUDONO                                          MIFTAKUL HUDA,S.Pd
       NIP:  19601107 197907 1 002                             NIP19730422 199907 1 001


             Mengetahui                                                                       Mengetahui
   Pustakawan SDN  nglumber I                                    Kepala Cab. Din. Pendidikan      Kecamatan Kepohbaru                                                  Kecamatan Kepohbaru


      RENY AGUSTIANA                                                    ………………………..
                                                                                 NIP: …………….

 












KATA PENGANTAR


                        Dengan mengucapkan Ahlahmudlillah kehadiran Allah SWT hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian karya ilmiah dengan judul Upaya Meningkatkan Penguasaan Teknik Dasar Start Jongkok Melalui permaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun Pelajaran 2012/2013
Penulisan karya ilmiah ini kami susun untuk dipakai dalam bacaan di perpustakaan sekolah dan dapat dipakai sebagai perbandingan dalam pembuatan karya ilmiah bagi teman sejawat juga bagi anak didik pada latihan diskusi ilmiah dalam rangka pembinaan karya ilmiah.
Dalam penyusunan karya ilmiah ini  penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak . Untuk  itu terima kasih kami ucapkan dengan tulus dan sedalam dalamnya kepada :
1.  Yth Bpk Kepala SDN Nglumber I
2.  Yth Bapak Ibu Guru SDN Nglumber I
3.  Istri dan Anak anak yang telah mendukung  dan mendorong selalu
4. Siswa dan siswi SDN Nglumber I
5.  Semua pihak yang telah banyak membantu sehingga penulisan ini selesai.

          Penulis menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat mambangun dari semua pihak selalu penulis harapkan.

                                                                                              Penulis


ABSTRAKSI

Upaya Meningkatkan Penguasaan Teknik Dasar Start Jongkok Melalui permaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun Pelajaran 2012/2013

Kata  kunci: pendidikan jasmani, start jongkok, permainan hitam hijau  
          Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional.
          Permasalah yang ingin dikaji dalam penelitian ini  adalah (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar pendidikan jasmani bagi siswa dengan diterapkannya permaianan hitam hjau ? (b) bagaimanakah pengaruh permaianan hitam hjau terhadap motivasi belajar siswa?
          Tujuan dari penelitian ini  adalah (a) bagaimanakah peningkatan prestasi  belajar pendidikan jasmani pada siswa setelah diterapkannya permaianan hitam hjau, (b) Mengetahui motivasi belajar pendidikan jasmani setelah diterapkannya permaianan hitam hjau.
          Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari dua tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan. Refleksi dan refisi Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas IV SDN Nglumber I Kec kepohbaru .dari data diperoleh berupa hasil tes   praktik , lembar observasi.
          Dari hasil analisa didapat bahwa prestasi belajar siswa mengalami  peningkatakan dari siklus I sampai II.
          Simpulan dari penelitian ini adalah permaianan hitam hjau dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan belajar siswa kelas IV SDN Nglumber I  serta model pembejalaran dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran  penjas.


DAFTAR ISI
Halaman Judul                          ......................................................................
Halaman pengesahan                ......................................................................
Kata Pengantar                        ......................................................................         
Abstraksi                                 ......................................................................         
Daftar Isi                                  ......................................................................         

BAB I    PENDAHULUAN
          A. Latar  Belakang Masalah.................................................................         
          B. Rumusan Masalah      ......................................................................
          C. Tujuan Penelitian        ......................................................................         
          D. Manfaat penelitian      ......................................................................         
          F.  Asumsi                      ......................................................................         
         
BAB II   KAJIAN PUSTAKA
          A. Pengertian Start Jongkok.................................................................                                       B          Prestasi Belajar Penjaskes          
          C. Teknik – Teknik Dasar Start Jongkok..............................................
          D. Permainan Hitan Hijau …………………………..                                                                                                                          
BAB III  METODOLOGI PENELITIAN
          A. Tempat, waktu dan subjek penelitian................................................         
          B. Rancangan Penelitian  ......................................................................
          C. Instrumen Penelitian   ......................................................................         
          D. Metode Pengumpulan Data  ............................................................         
          E.  Teknik Analisis Data  ......................................................................

BAB IV  HASIL  PENELITIAN DAN  PEMBAHASAN
          A. Analisis Data Penelitian Persiklus......................................................                                                               B.     Pembahasan                       

BAB V   SIMPULAN DAN SARAN
          A. Kesimpulan                ......................................................................
          B. Saran                         ......................................................................         

DAFTAR PUSTAKA             ......................................................................         

    






BERITA ACARA



Pada hari ini ……………….. tanggal ……………    bulan ………….. 2013 telah di laksanakan seminar tentang pemecahan pembelajaran dengan Tema Upaya Meningkatkan Penguasaan Teknik Dasar Start Jongkok    Melaluipermaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun Pelajaran 2012/2013yang di laksanakan :

Penyelengara         : KKG Penjaskes Kec Kepohbaaru
Tempat                 : Gedung KPRI Sutra Mas Kepohbaru
Waktu                  : Pukul 10.00 Sampa Dengan Pukul 13.00 WIB
Nara Sumber        : Miftakul Huda,SPd


Pelaksanaan berjalan dengan lancar dan materi dapat di terima sebagai bahan acuan penyelesaian pemecahan pembelajaran





Penelaah Materi

Penelaah I




KISWO,S.Pd
NIP:
Penelaah II




SUTRIO ,S.Pd
NIP:













DAFTAR HADIR

Acara                  : Seminar
Tema        : Upaya Meningkatkan Penguasaan Teknik Dasar Start Jongkok    Melaluipermaianan hitam hijau Pada Siswa kelas IV SDN Nglumber I Tahun Pelajaran 2012/2013
Tanggal               : …………………………….
Nara Sumber     : MIFTAKUL HUDA, S.Pd

No
Nama
Asal lembaga
Tanda tangan
1



2



3



4



5



6



7



8



9



10



11



12



13



14



15



16



17



18



19



20



























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Siklus I

Sekolah                              :  SDN Nglumber I
Mata Pelajaran                   :  Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester                  :  V (lima) / 1 (satu)
Alokasi Waktu                   :  8 x 35 menit (4 x pertemuan)


I.Standar Kompetensi     :  1.            Mempraktekkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olah raga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya

II.Kompetensi Dasar       :  1.3  Mempraktekkan gerak dasar atletik sederhana, serta nilai semangat, percaya diri dan disiplin.
III. Indikator                    :  Melakukan gerakan:
-         Start
-         Saat berlari
-         Finish
IV.Tujuan Pembelajaran
a.       Siswa dapat melakukan gerakan
-         Start
-         Saat berlari
-         Finish
V.Materi Pembelajaran
Atletik
-         Start
-         Saat berlari
-         Finish
VI.Metode Pembelajaran
-         Ceramah
-         Demonstrasi
-         Penugasan
-         Latihan
-         Tanya jawab
VII.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Pertemuan 1
Pendahuluan
- Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi, dan pemanasan
Inti
- Melakukan gerak dasar sikap awal saat melakukan dan sikap akhir
- Melakukan gerak dasar start
Penutup
- Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi, proses pembelajaran, berdoa dan bubar

B.     Sumber Belajar
-         Buku teks
-         Buku referensi
-         Atletik
-         Tim Abdi Guru

C.     Penilaian
1.      Tes Penilaian
Tes Unjuk Kerja (psikomotor)
Gerakan :
-         Start
-         Saat berlari
-         Finish





2.       Rubrik Penilaian
RUBRIK PENILAIAN
UNJUK KERJA PERMAINAN LARI CEPAT / SPRINT
ASPEK YANG DINILAI
KUALITAS GERAK
1
2
3
4

1.      Star
2.      Saat berlari.
3.      Finish







JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL



                                                                            Nglumber ,      -      - 2013
Mengetahui,
Kepala Sekolah



Drs.ANDU SUDONO

Guru Penjaskes



MIFTAKUL HUDA,S.Pd
        NIP:19601107 197907 1 002                          NIP:19730422 199907 1 001