Senin, 22 September 2014

Sekolah Bermutu Memuaskan Pelanggan (Costumer)

Masih ada harapan di SDN Kadungrejo 2 

              Hasil pendidikan dipandang bermutu jika mampu melahirkan keunggulan akademik dan nonakademik pada peserta didik yang dinyatakan lulus di Sekolah sesuai tujuan yang ditetapkan. Keunggulan akademik dinyatakan dengan nilai yang dicapai oleh peserta didik.
Keunggulan nonakademik dinyatakan dengan aneka jenis keterampilan yang diperoleh peserta didik selama mengikuti program sekolah
termasuk nilai-nilai hidup yang dianut, moralitas, dorongan untuk maju,
dan lain-lain yang diperoleh anak didik selama menjalani pendidikan di sekolah dasar.
                   Kematangan dalam bekerja merupakan ciri lain dari manajemen
sekolah yang bermutu. Tenaga akademik dan staf bekerja bukan karena
diancam, diawasi, atau diperintah oleh pimpinan atau atasannya.
Mereka bekerja karena memiliki rasa tanggung jawab akan tugas pokok
dan fungsinya. Sikap mental (mindset) tenaga kependidikan di Sekolah menjadi prasyarat bagi upaya meningkatkan mutu. Merujuk pada pendapat Edward Sallis (1995), sekolah yang bermutu bercirikan sebagai berikut:
1. Sekolah berfokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
2. Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang
muncul, dalam makna ada komitmen untuk bekerja secara benar dari awal.
3. Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya.
4. Sekolah memiliki strategi untuk mencapai mutu, baik kepala
sekolah, guru dan stakeholder lainnya.
5. Sekolah mengelola konflik dan keluhan sebagai umpan balik untuk
mencapai mutu dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk perbaikan berikutnya.
6. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai
mutu, baik perencanaan jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
7. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan tanggungjawabnya.
8. Sekolah mendorong orang yang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan mutu, dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara bermutu.

Pelanggan pendidikan terdiri dari pelanggan internal danpelanggan eksternal. Pelanggan internal adalah kepala sekolah, guru,dan staf kependidikan lainnya. Pelanggan eksternal ada tiga kelompok,yaitu pelanggan eksternal primer adalah peserta didik, pelangganeksternal sekunder yaitu orang tua dan para pemimpin pemerintahanserta pelanggan eksternal tersier yakni pasar kerja, pemerintah, danmasyarakat luas.
Mutu pendidikan harus diukur dari sisi pelanggannya baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. Pendidikan bermutu adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik menjadi:
 (1)pembelajar sepanjang hayat,
(2) komunikator yang baik dalam bahasa nasional dan internasional,
 (3) berketerampilan teknologi untuk lapangan kerja dan kehidupan sehari-hari,
 (4) siap secara kognitif untuk pekerjaan yang kompleks, pemecahan masalah dan penciptaanpengetahuan, dan
 (5) menjadi warga negara yang bertanggungjawabsecara sosial, politik, dan budaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar